Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Nekat Bertaruh Nyawa, Migran di Dunkirk Panjat Truk Berjalan demi Menyeberang ke Inggris


SARIBERITA.ID
- Aksi nekat yang mempertaruhkan keselamatan jiwa kembali terekam di wilayah Dunkirk, Prancis. Pada hari Rabu waktu setempat, sejumlah migran terlihat berusaha keras menyeberangi Selat Inggris menuju daratan Inggris dengan cara melompat dan memanjat truk pengangkut barang yang tengah melaju di jalanan.

Meski pengawasan perbatasan antara Prancis dan Inggris kini semakin diperketat secara berlapis, hal tersebut tampaknya tidak menyurutkan langkah para imigran gelap. Dalam sebuah rekaman, terlihat kelompok migran ini awalnya bersembunyi dengan mengendap-endap di balik semak-semak dan pepohonan di sisi jalan tol. Begitu ada truk kargo yang melintas, mereka seketika berlari mengejar dan memanjat kendaraan tersebut. Beberapa di antaranya bahkan nekat dan berhasil mencapai bagian atas atap truk.

Kawasan pesisir seperti Dunkirk, Calais, dan wilayah sekitarnya memang telah lama menjadi titik kumpul utama bagi para migran yang berupaya mencapai Inggris. Jalur yang biasa ditempuh bervariasi, mulai dari menyeberang menggunakan perahu-perahu kecil melintasi selat, hingga bersembunyi secara diam-diam di dalam kompartemen kendaraan pengangkut barang. Akibatnya, kamp-kamp permukiman sementara berulang kali bermunculan di sekitar Loon-Plage dan sejumlah titik lainnya di kawasan Dunkirk.

Menurut keterangan resmi dari pihak Dewan Negara Prancis, saat ini diperkirakan terdapat ratusan warga negara asing yang tinggal dan menetap di lokasi-lokasi sementara di sekitar Dunkirk, Loon-Plage, dan Grande-Synthe. Fenomena permukiman informal semacam ini diketahui telah berlangsung selama hampir dua dekade terakhir.

Merespons keberadaan kamp ilegal tersebut, petugas gabungan baru-baru ini telah melakukan tindakan tegas dengan mengevakuasi 150 orang dari kawasan permukiman sementara di Loon-Plage serta dari lahan milik pelabuhan Dunkirk. Dari hasil evakuasi tersebut, sebanyak 51 orang bersedia menerima tawaran relokasi ke tempat tinggal sementara yang disediakan, sementara 16 orang lainnya terpaksa ditahan karena pelanggaran status keimigrasian.

Terkait penertiban ini, pihak Pemerintah Prancis menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menangani masalah migrasi yang tidak teratur, sekaligus memutus mata rantai jaringan sindikat penyelundupan manusia. Namun, langkah pemerintah ini menuai kritik tajam dari berbagai Organisasi Kemanusiaan, yang mengecam praktik pembongkaran kamp yang terus berulang tanpa menyelesaikan akar masalah kemanusiaan yang dihadapi para migran.

Di sisi lain, tren upaya penyeberangan menggunakan perahu kecil saat ini dilaporkan mulai menurun seiring dengan masifnya operasi pencegahan dari kepolisian. Kendati demikian, kelompok-kelompok bantuan kemanusiaan memberikan peringatan keras bahwa sisa perjalanan laut yang masih beroperasi kini menjadi jauh lebih mematikan, mengingat para penyelundup nekat memuat penumpang ke dalam kapal dengan kapasitas yang sangat berlebihan.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰