Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Mitos atau Fakta? Mengupas Tuntas Perdebatan Olahraga, Diet, dan Suplemen Kesehatan

 

SARIBERITA.ID,JAKARTA - Belakangan ini, berbagai perdebatan seputar gaya hidup sehat, terutama di kalangan penggemar olahraga, kerap mencuat di tengah masyarakat. Beberapa mitos yang sering kali menjadi perbincangan hangat, seperti apakah rajin olahraga membuat kita bebas makan apa saja, efektivitas konsumsi suplemen dosis tinggi, hingga mitos penggunaan kacamata yang konon dapat menambah tingkat minus mata.

Banyak yang masih menganggap bahwa setelah melakukan rutinitas olahraga, bebas menyantap segala jenis makanan mulai dari gorengan hingga makanan cepat saji (fast food) dengan asumsi kalori akan tetap terbakar. Faktanya, olahraga tidak lantas menjadikan tubuh kebal dari risiko penyakit. Pemenuhan nutrisi yang tepat dan pengaturan pola makan harus terus berjalan beriringan agar tubuh serta pembuluh darah senantiasa terjaga dari komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, maupun hipertensi. Pengaturan jumlah, jenis, serta jadwal makan (3J) mutlak diperlukan untuk menjaga kesehatan.

Dalam hal suplementasi, tak jarang beredar pandangan bahwa semakin besar dosis suplemen yang dikonsumsi, maka semakin besar pula khasiat yang akan dirasakan tubuh. Kenyataannya, asupan suplemen dalam dosis yang terlampau tinggi belum tentu berbanding lurus dengan manfaat optimal bagi tubuh. Kunci utamanya terletak pada pemilihan jenis suplemen yang kompleks, sesuai dengan kebutuhan harian tubuh. Tubuh nyatanya lebih membutuhkan keanekaragaman asupan mikronutrien seperti vitamin, mineral, serta ragam antioksidan.

Di luar masalah nutrisi dan gaya hidup, mitos seputar kacamata yang dikhawatirkan dapat meningkatkan tingkat minus pada mata apabila sering dipakai juga berhasil dipatahkan. Justru sebaliknya, gangguan mata minus terjadi akibat kombinasi faktor genetik, minimnya aktivitas di luar ruangan, serta kebiasaan melihat layar atau membaca dari jarak yang terlalu dekat. Pemakaian kacamata sejatinya merupakan alat bantu yang sangat direkomendasikan untuk mencegah mata bekerja terlalu keras yang dapat berisiko pada kerusakan retina.

Sebagai solusinya, masyarakat disarankan untuk senantiasa menjalani pola hidup yang sehat mulai dari memperhatikan pola makan, mengelola tingkat stres, hingga beristirahat yang cukup. Lebih lanjut, penggunaan suplemen seperti antioksidan kompleks, suplemen mata, maupun alat bantu terapi kesehatan modern secara bijak dinilai mampu menjadi pelindung maksimal dalam menangkal radikal bebas dan memperkecil risiko komplikasi penyakit kronis.

[SB.102/CAHAYA]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰