SARIBERITA.ID, BOGOR — Persoalan sampah yang membelit kawasan Bogor Raya selama bertahun-tahun kini mulai menemui titik terang. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan dukungan penuh atas dimulainya langkah kolaboratif terpadu untuk mengurai krisis tumpukan sampah yang jumlahnya diperkirakan mencapai 4.000 ton per hari dari wilayah Kota maupun Kabupaten Bogor.
Hal tersebut disampaikan dalam acara peletakan batu pertama (groundbreaking) fasilitas pengelolaan sampah di Bogor Raya yang dihadiri oleh sejumlah jajaran menteri dan tokoh penting. Mewakili Menteri Dalam Negeri, Bima Arya menyoroti bahwa persoalan sampah di Bogor Raya adalah masalah pelik yang diturunkan dari masa ke masa oleh para pemimpin daerah setempat. Selain karena posisi Bogor sebagai destinasi wisata dan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) favorit, tumpukan sampah di wilayah ini juga kerap memberikan dampak bawaan terhadap masalah banjir di DKI Jakarta.
Oleh karena itu, Bima Arya menegaskan bahwa acara peletakan batu pertama ini merupakan momentum bersejarah, meski baru menjadi tahap permulaan. Ia mengingatkan para pimpinan daerah, khususnya Wali Kota dan Bupati Bogor, agar tidak hanya berhenti pada seremoni awal. Kunci keberhasilannya justru berada pada memastikan seluruh ekosistem tata kelola sampah dari hulu ke hilir dapat berjalan beriringan dengan lancar.
Pihaknya menuntut kepastian pada berjalannya sistem kelancaran suplai dan distribusi sampah, dukungan warga, kejelasan izin, hingga tata kelola secara menyeluruh. Kemendagri pun berkomitmen dan siap turun tangan memfasilitasi setiap hambatan atau "bottlenecking" yang mungkin timbul dalam prosesnya nanti.
Bima Arya juga memberikan apresiasi khusus kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan yang dinilai sigap dan bertangan dingin dalam mengurai benang kusut perizinan serta penyelesaian lahan, sehingga proyek ini dapat direalisasikan secara cepat. Diharapkan, langkah besar di Bogor ini mampu menjadi percontohan (benchmarking) yang sukses bagi tata kelola sampah di kota-kota besar lain di Indonesia, sejalan dengan visi Presiden dalam menciptakan kota masa depan yang bersih, sehat, dan asri.
[SB.102/CAHAYA]


.jpg)


0 Komentar