Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Hantam Permukiman dan Lahan Pertanian, Banjir Bandang Solok Telan Satu Korban Jiwa


SARIBERITA.ID
- Bencana banjir bandang menerjang wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, khususnya di kawasan Arosuka. Musibah ini terjadi sesaat setelah hujan dengan intensitas lebat mengguyur wilayah tersebut pada Senin malam.

Banjir yang datang secara tiba-tiba ini turut membawa material lumpur pekat, bebatuan, dan potongan kayu yang langsung menghantam permukiman masyarakat serta sejumlah fasilitas pemerintahan setempat. Berdasarkan laporan awal dari lokasi kejadian, satu orang warga dinyatakan meninggal dunia akibat terjangan air bah tersebut. Ratusan personel gabungan telah dikerahkan ke lokasi untuk memfokuskan upaya evakuasi korban dan pembersihan material lumpur.

Terkait proses evakuasi dan jumlah korban, pihak berwenang dari Tim Penanganan Darurat/Pemerintah Kabupaten Solok memberikan keterangan resminya. Ia membenarkan bahwa saat ini tim gabungan masih mencari beberapa warga yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.

"Yang pertama kami ingin sampaikan, ada dua orang yang melapor ke kita belum ditemukan. Kemudian empat orang korban luka-luka sudah kita amankan," ungkap pejabat perwakilan Pemerintah Kabupaten Solok tersebut.

Ia menambahkan bahwa warga yang mengalami luka-luka telah mendapatkan penanganan medis. Sebagian warga dirawat di puskesmas setempat, sementara korban lainnya harus dirujuk ke rumah sakit di Padang. Banjir bandang ini juga merusak sektor pertanian di kawasan tersebut; tercatat lebih kurang 40 hektare sawah dan 15 hektare ladang masyarakat ikut terdampak material lumpur.

Tim evakuasi juga disebar ke sejumlah kawasan perumahan warga untuk memastikan keselamatan masyarakat yang terisolasi akibat akses jalan yang terputus pada malam kejadian. Sebagai langkah tanggap darurat, pemerintah setempat telah menetapkan sejumlah titik pengungsian, salah satunya adalah dengan memanfaatkan fasilitas Rumah Dinas Wakil Bupati Solok untuk menampung warga terdampak.

Sementara itu, salah seorang warga korban banjir menceritakan detik-detik mencekam saat material banjir mulai memasuki permukiman mereka. Menurut kesaksiannya, cuaca awalnya hanya gerimis yang kemudian berubah menjadi hujan sangat lebat.

"Habis hujan lebat, kita buka pintu, kita lihat ke luar turunlah lumpur... kita sudah terasa hati-hati, kita langsung lari bawa semua keluarga," tutur warga tersebut.

Warga tersebut menjelaskan bahwa dalam kondisi panik, ia dan keluarganya langsung berlari mencari tempat yang lebih tinggi di kediaman seorang kerabat (dr. Mariati) sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan mobil menuju rumah Wakil Bupati. Meski berhasil selamat, ia menyimpan kesedihan karena ada anggota keluarganya yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. "Satu orang saudara kita belum ketemu sampai sekarang," pungkasnya pilu.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰