SARIBERITA.ID — Krisis lingkungan yang memprihatinkan tengah melanda kawasan Koda Baimil, Gazipur, Bangladesh. Sebuah gunungan sampah raksasa setinggi sekitar 50 kaki tampak menumpuk liar di sepanjang jalan raya utama rute Dhaka-Tangail, memicu keresahan warga akibat dampaknya yang parah terhadap lingkungan.
Tumpukan limbah yang terus menggunung ini bertambah secara signifikan setiap harinya. Peningkatan volume sampah ini terjadi setelah sejumlah truk pengangkut sampah secara rutin membuang limbah muatan mereka di lokasi tersebut tanpa adanya regulasi maupun proses pengelolaan yang memadai.
Kondisi lokasi pembuangan limbah terbuka ini kini semakin mengkhawatirkan karena volumenya yang tidak lagi tertampung. Tumpukan sampah tersebut mulai meluber hingga merangsek mendekati badan jalan utama, dan yang paling parah, mulai menutupi tepian aliran Sungai Turag.
Luberan sampah yang mendekati permukiman ini secara langsung mengancam kualitas lingkungan serta kehidupan masyarakat yang bermukim di sekitarnya. Warga setempat menuntut dengan keras agar lokasi pembuangan sampah segera dipindahkan ke area yang jauh dari permukiman demi menghindari bahaya kesehatan dan kerusakan jalan.
Selain mencemari ekosistem sungai, tumpukan sampah ini juga berdampak signifikan pada mobilitas warga. Arus lalu lintas yang menghubungkan ibu kota Dhaka menuju wilayah utara Bangladesh kerap mengalami gangguan karena sebagian bahu jalan yang tertutup tumpahan limbah padat.
Bagi warga sekitar Koda Baimil, penderitaan ini terasa langsung setiap saat. Bau menyengat dari gunungan sampah raksasa telah menjadi bagian dari penderitaan sehari-hari. Warga mengaku kesulitan menghindari aroma tidak sedap dan gas beracun tersebut, kendati seluruh pintu dan jendela rumah mereka telah ditutup rapat.
Limbah yang terpapar di ruang terbuka ini juga memicu masalah sanitasi lingkungan karena menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk serta berbagai hama yang berpotensi menyebarkan wabah penyakit bagi masyarakat setempat.
Warga menyebutkan bahwa mereka telah berulang kali melaporkan kondisi kritis ini kepada pemerintah kota (City Corporation). Namun, segala keluhan tersebut hingga kini belum mendapat tanggapan serius dan persoalan tumpukan sampah ini dibiarkan tanpa penyelesaian.
Ancaman ekologis yang lebih fatal juga terus mengintai wilayah ini, terutama saat hujan turun. Air hujan akan membawa limbah cair beracun dari tumpukan sampah tersebut mengalir deras ke Sungai Turag. Hal ini dipastikan akan menambah tekanan luar biasa terhadap ekosistem perairan yang selama ini sudah tercemar, serta mematikan sisa-sisa kehidupan makhluk air di dalamnya.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar