SARIBERITA.ID, LA PAZ — Ratusan guru dan pekerja sektor pendidikan turun ke jalanan ibu kota La Paz, Bolivia, dalam sebuah aksi unjuk rasa besar-besaran. Aksi protes ini dipicu oleh krisis ekonomi yang tengah melanda negara tersebut serta ketidakpuasan terhadap sejumlah kebijakan pendidikan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Protes ini terjadi di saat status darurat negara masih diberlakukan.
Membawa spanduk dan menyuarakan aspirasi mereka, para pengunjuk rasa menggelar aksi yang diberi tajuk "Empty Pans March" atau Marcha de las Ollas VacÃas del Maestro (Pawai Panci Kosong Guru). Aksi long march ini bergerak menuju pusat kota La Paz, menjadi simbol kesulitan ekonomi yang mereka hadapi.
Dalam tuntutannya, para tenaga pendidik ini dengan tegas meminta adanya kenaikan gaji yang layak, penambahan alokasi anggaran untuk pendidikan publik, serta penghormatan yang lebih baik terhadap profesi dan jenjang karier para guru. Tidak hanya itu, mereka juga menagih janji pemerintah untuk memenuhi kesepakatan-kesepakatan yang sebelumnya telah dicapai, termasuk di dalamnya mengenai pembahasan mendalam terkait undang-undang pendidikan dan perombakan kurikulum yang dinilai krusial.
Menanggapi gelombang protes tersebut, pihak pemerintah Bolivia telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh perwakilan sektor pendidikan. Pemerintah meminta agar segala perbedaan pandangan dan tuntutan dapat diselesaikan secara damai melalui ruang dialog dan pembahasan di meja perundingan, guna mencari jalan keluar terbaik dari krisis yang ada.
[SB.102/CAHAYA]


.jpg)


0 Komentar