Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

FEKDI x IFSE 2026 Perkuat Sinergi dan Akselerasi Transformasi Ekonomi Keuangan Digital Nasional

 


SARIBERITA.ID| Bank Indonesia (BI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) kembali menyelenggarakan ajang gabungan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia serta Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI x IFSE) 2026 [source: 1]. Perhelatan akbar tahunan ini digelar untuk memperkokoh kolaborasi lintas sektor, memacu lahirnya berbagai inovasi teknologi, serta menyiapkan talenta digital yang mumpuni guna mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital di Tanah Air.

Penyelenggaraan FEKDI x IFSE 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 24 hingga 26 September 2026, bertempat di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta [source: 1, 2]. Pada perhelatan kali ini, acara tersebut mengusung tema besar mengenai penguatan sinergi, percepatan inovasi, serta pembentukan sumber daya manusia unggul yang memiliki daya saing global demi mengakselerasi kemajuan ekosistem ekonomi dan keuangan digital nasional.

Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2021, forum ini telah menjelma menjadi ruang strategis bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan arah kebijakan dan memperluas jaringan ekosistem keuangan digital di Indonesia [source: 1]. Sepanjang penyelenggaraan tahun ini, berbagai pakar teknologi, regulator, hingga pelaku industri finansial turut ambil bagian dalam rangkaian diskusi untuk membedah tren inovasi terkini, strategi pengembangan kapasitas talenta, serta penjajakan peluang kemitraan bisnis baru di sektor digital.

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa perluasan digitalisasi di sektor ekonomi dan keuangan memegang peranan krusial sebagai salah satu motor penggerak akselerasi pertumbuhan ekonomi domestik [source: 1, 2]. Oleh sebab itu, bank sentral berkomitmen penuh untuk terus memperluas dan mematangkan ekosistem pembayaran serta keuangan digital guna menopang pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional hingga menyentuh angka delapan persen.

Lebih lanjut, Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menekankan bahwa penguasaan teknologi dan ekosistem keuangan digital merupakan bagian tak terpisahkan dari masa depan perekonomian dunia maupun perjalanan pembangunan Indonesia [source: 1, 2]. Menghadapi dinamika serta tantangan ekonomi yang kian kompleks di masa mendatang, ia menilai bahwa penyelenggaraan agenda ini menjadi wujud nyata dari semangat sinergi Merah Putih yang menyatukan langkah antara kementerian, lembaga, serta para mitra industri terkait.

Memasuki hari kedua penyelenggaraan pada 25 September 2026, rangkaian acara diwarnai dengan langkah diplomasi ekonomi melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Bank Indonesia dan bank sentral Timor Leste, Banco Central de Timor-Leste (BCTL) [source: 1, 2]. Dokumen kesepakatan bilateral tersebut ditandatangani secara langsung oleh Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Gubernur Banco Central de Timor-Leste (BCTL), Helder Lopes.

Melalui nota kesepahaman tersebut, kedua otoritas moneter sepakat untuk mempererat hubungan kelembagaan, melakukan pertukaran informasi, serta memperluas kerja sama di bidang sistem pembayaran, setelmen, dan inovasi keuangan digital [source: 1]. Salah satu langkah konkret yang tengah dijajaki dari kolaborasi ini adalah integrasi konektivitas pembayaran lintas batas antara Indonesia dan Timor Leste, termasuk rencana penerapan layanan QRIS antarnegara agar transaksi masyarakat dan pelaku usaha di kedua negara menjadi lebih aman, efisien, mudah, dan inklusif.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikti Ristek RI), Bryan Yulianto, turut memberikan apresiasi atas kolaborasi lintas institusi dan antarnegara yang terbangun dalam perhelatan tersebut [source: 1, 2]. Ia menegaskan bahwa semangat kerja bersama yang solid sangat dibutuhkan untuk membawa Indonesia naik kelas menjadi negara maju yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain, sekaligus menyambut baik kemitraan BI dan BCTL yang dinilai mampu mempererat kedekatan masyarakat kedua negara sahabat melalui kemajuan layanan digital .

Pada hari ketiga sekaligus hari penutupan FEKDI x IFSE 2026, Bank Indonesia kembali menghadirkan terobosan baru guna menopang sektor pariwisata nasional melalui peluncuran Indonesia Travel Pack (ITP) 2026 berformat digital [source: 1]. Inisiatif yang menjadi langkah progresif dalam mengintegrasikan sistem pembayaran lintas negara dengan ekosistem pariwisata ini merupakan pengembangan lanjutan dari program Indonesia Tourism Travel Pack yang sebelumnya sukses diperkenalkan di Bali pada tahun lalu.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida S. Budiman, memaparkan bahwa Indonesia Travel Pack 2026 hadir dengan tiga pembaruan utama yang dirancang khusus untuk mempermudah perjalanan wisatawan mancanegara di Nusantara [source: 1, 2]. Pembaruan tersebut meliputi penyediaan panduan dalam format buku elektronik (e-book) yang praktis diakses hanya dengan memindai kode QR, penyajian informasi yang akurat serta mutakhir dari sumber resmi, hingga perluasan jangkauan akses informasi yang tidak lagi terpaku pada satu lokasi melainkan tersebar di berbagai titik layanan kunjungan wisatawan (visitor touch points).

Selama tiga hari pelaksanaannya, perhelatan FEKDI x IFSE 2026 sukses menyedot antusiasme publik dengan mencatatkan kehadiran lebih dari 30.000 pengunjung, baik yang hadir secara langsung di lokasi pameran maupun secara daring [source: 1]. Seluruh rangkaian kegiatan akhirnya resmi ditutup dengan penganugerahan penghargaan QRIS Jelajah Indonesia serta Merchant QRIS Star sebagai wujud apresiasi bagi para pelaku usaha dan pengembang ekosistem digital di berbagai penjuru daerah di Indonesia.[SB.101/R]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰