SARIBERITA.ID Sebuah keajaiban terjadi di tengah duka bencana banjir bandang yang menerjang kawasan pegunungan Himalaya, Nepal. Seorang pekerja asal China berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah terjebak selama 11 hari di dalam terowongan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Pekerja proyek yang diketahui bernama Lui Tau (Lu) tersebut dievakuasi dari terowongan proyek PLTA Upper Trisuli 1 yang berlokasi di Distrik Rasuwa, Nepal. Lu ditemukan dalam kondisi hidup belasan hari usai banjir bandang mematikan menyapu dan merusak wilayah tersebut.
Sebagai korban yang selamat dari maut, Lui Tau mengungkapkan pengalaman dramatisnya selama terkurung di ruang bawah tanah tersebut. Ia mengaku bahwa secara mental dirinya sempat kehilangan harapan, namun terus berupaya bertahan hidup dan mencari pertolongan.
"Saya berulang kali berusaha menarik perhatian tim penyelamat setiap kali melihat cahaya dari luar terowongan," ungkap Lu menceritakan momen saat dirinya menanti pertolongan.
Lu juga menuturkan bahwa dirinya nyaris putus asa seiring berjalannya waktu dan bahkan sulit mempercayai kenyataan ketika tim penyelamat akhirnya benar-benar berhasil menemukan posisinya.
Sesaat setelah ditemukan dari balik reruntuhan dan material banjir, tim penyelamat langsung membopong Lu menuju helikopter untuk dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Saat ini, Lu dilaporkan tengah menjalani perawatan medis dan kondisinya dinyatakan sudah stabil.
Operasi penyelamatan dramatis ini merupakan upaya tanggap darurat gabungan yang melibatkan personel Tentara Nepal serta dibantu oleh Tim Penyelamat dari Korea Selatan.
Hingga saat ini, proses penyisiran dan pencarian masih terus dilakukan secara maraton oleh tim gabungan. Pasalnya, otoritas setempat melaporkan masih ada ratusan pekerja yang dinyatakan hilang dan diduga kuat terjebak di sejumlah lokasi proyek PLTA akibat hantaman banjir bandang di kawasan Himalaya tersebut.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar