Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Dampak Erupsi Anak Krakatau, Sekolah di Jakarta dan Bogor Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

 


SARIBERITA.ID| Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai memberikan dampak nyata pada sektor pendidikan. Merespons situasi ini, sejumlah daerah yang terdampak secara resmi menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar tatap muka dan beralih menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Di ibu kota, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengambil langkah darurat dengan memberlakukan PJJ bagi seluruh pelajar mulai hari ini. Berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta, kebijakan belajar daring ini berlaku wajib bagi seluruh jenjang satuan pendidikan, baik sekolah negeri maupun swasta. Langkah ini diambil sebagai respons cepat seiring mulai masuknya sebaran abu vulkanik ke wilayah Jakarta.

Terkait kebijakan tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengeluarkan imbauan khusus kepada masyarakat, terutama para orang tua.

"Orang tua diimbau untuk memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah dan memperketat penggunaan masker untuk mengantisipasi terjadinya gangguan pernapasan," tegas Pramono Anung.

Langkah antisipatif yang serupa juga diambil oleh wilayah tetangga. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi menerapkan kebijakan PJJ selama dua hari berturut-turut, yakni pada tanggal 7 dan 8 September 2026.

Kebijakan di Kota Hujan ini diterapkan menyusul penurunan kualitas udara sebagai dampak langsung dari sebaran abu vulkanik Anak Krakatau. Aturan PJJ di Bogor berlaku menyeluruh untuk semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga Madrasah, SLB, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Lebih lanjut, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan terkini, kualitas udara di wilayahnya menunjukkan angka 83 atau masuk ke dalam kategori sedang.

Meskipun statusnya masih tergolong sedang, pihak Pemkot Bogor tetap meminta dan memperingatkan seluruh masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan dan menghindari risiko pernapasan yang lebih fatal akibat paparan abu vulkanik.[SB.101/r]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰