Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

CEGAH API MELUAS, PETUGAS PERKETAT PENGAMANAN DI LOKASI KARHUTLA BANJARBARU


SARIBERITA.ID
-  Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Kepolisian Kalimantan Selatan terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlokasi di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Banjarbaru. Berdasarkan pantauan di lapangan, luasan lahan yang terdampak dan hangus oleh kobaran api diperkirakan mencapai kurang lebih 6,5 hektare.

Dalam laporannya, Presenter Headline News Metro TV, Syeha Alhaddar, menyampaikan bahwa selain fokus pada pemadaman, petugas juga memperketat pengamanan dan melokalisasi area. Langkah pencegahan ini sangat krusial dilakukan guna memastikan kobaran api tidak semakin meluas dan merembet ke area lahan-lahan sekitar yang belum terbakar.

Strategi pemadaman darat yang dilakukan oleh tim gabungan difokuskan dengan bergerak dari sisi terluar lahan menuju ke episentrum kebakaran. Sejumlah area yang dipadamkan dari sisi pinggir menuju arah tengah dilaporkan telah berhasil dijinakkan oleh tim, meskipun di beberapa lokasi masih terpantau ada sejumlah titik api yang tersisa.

Selain mengandalkan pemadaman manual secara darat, petugas di lapangan juga berkoordinasi secara intensif dengan satuan udara melalui operasi water bombing (bom air). Bantuan pemadaman dari udara ini dikerahkan untuk secara khusus menjangkau titik-titik api yang sulit diakses oleh petugas darat, terutama yang berada persis di bagian tengah maupun di seberang lahan.

Operasi pemadaman karhutla ini secara total melibatkan sekitar 80 personel gabungan yang dikerahkan dari jajaran Polda Kalimantan Selatan dan Polres Banjar. Perwakilan kepolisian yang memimpin jalannya pemadaman di lokasi menjelaskan bahwa mereka menggunakan strategi pembuatan kantong air darurat. Petugas mengumpulkan pasokan air di beberapa kolam bioflok yang telah disebar di berbagai titik strategis. Pasokan air tersebut kemudian dicampur dengan cairan surfaktan khusus agar proses pemadaman api di lahan gambut menjadi jauh lebih efektif.

Meski sebagian besar wilayah pinggir telah padam, operasi belum sepenuhnya dihentikan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa sisa-sisa titik api yang belum sempat tersiram akan terus dituntaskan. Operasi penyiraman dan penyisiran rencananya akan kembali dilanjutkan pada malam hari usai jeda salat Magrib, guna memastikan seluruh titik api di area seluas 6,5 hektare tersebut benar-benar padam tanpa menyisakan bara.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰