SARIBERITA.ID — Bencana banjir yang parah melanda Provinsi Hainan, Tiongkok Selatan, menyusul hujan deras yang mengguyur sejak 11 September. Berdasarkan laporan yang disiarkan dalam program Metro Xinwen, curah hujan tinggi tersebut memicu banjir yang menggenangi banyak wilayah di seluruh pulau Hainan.
Merespons kondisi ini, Pemerintah Provinsi Hainan dengan cepat meningkatkan status tanggap darurat banjir ke level tertinggi, yakni respons darurat tingkat merah. Langkah evakuasi massal segera dilakukan untuk menyelamatkan warga dari daerah-daerah yang paling rawan. Pihak berwenang dan pemerintah setempat berhasil mengevakuasi lebih dari 42.000 warga yang terdampak ke tempat yang lebih aman.
Hingga 15 September waktu setempat, dampak hujan deras ini menyebabkan enam wilayah kota dan kabupaten terendam banjir. Di beberapa titik, curah hujan tercatat melampaui 300 milimeter. Meskipun curah hujan berangsur reda dan genangan air secara bertahap mulai surut, proses pemulihan masih menghadapi tantangan.
Air bah yang surut meninggalkan sejumlah besar lumpur dan residu di jalan-jalan. Jalanan yang sebelumnya tertutup air kini dipenuhi sedimen dan lumpur tebal yang menghambat aktivitas. Polisi lalu lintas dan petugas terkait pun dikerahkan untuk meningkatkan patroli dan mengawasi jalan-jalan di daerah terdampak. Para petugas juga bekerja keras membersihkan saluran drainase yang tersumbat agar aliran air dapat kembali normal. Upaya pencarian dan penyelamatan di daerah-daerah tertentu juga masih terus berlanjut.
Bencana hidrometeorologi ini tidak hanya menyebabkan banjir, tetapi juga memicu tanah longsor. Longsor dilaporkan terjadi di salah satu rute pariwisata, tepatnya di kawasan Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan.
Untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut, pemerintah daerah telah mengeluarkan peringatan merah terkait bencana. Pengawasan dan pemantauan terus ditingkatkan, khususnya di daerah-daerah yang berisiko tinggi. Selain itu, pemerintah mengambil langkah tegas dengan menghentikan berbagai aktivitas masyarakat di daerah terdampak, termasuk menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah, operasional ekonomi, menutup akses ke tempat-tempat wisata, dan melakukan pengaturan ketat terhadap lalu lintas jalan.
[SB.103/Riskph]


.jpg)


0 Komentar