Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Banjir Besar Rendam Bihar India, Jutaan Warga Terdampak dan Terisolasi


SARIBERITA.ID
- Banjir bandang berskala besar melanda distrik Samastipur dan berbagai wilayah lainnya di Negara Bagian Bihar, India. Bencana alam ini mengakibatkan kelumpuhan total pada aktivitas masyarakat, merendam lahan pertanian, dan berdampak pada jutaan nyawa di wilayah tersebut.

Kondisi di lapangan menunjukkan betapa parahnya situasi yang harus dihadapi oleh penduduk. Ketinggian air memutus akses transportasi, membuat banyak keluarga terkurung di dalam rumah mereka sendiri tanpa bisa memenuhi kebutuhan dasar harian.

Salah seorang Warga Terdampak menceritakan bagaimana banjir mengisolasi lingkungan mereka. "Akibat banjir ini, kami sama sekali tidak bisa pergi ke pasar karena semuanya tutup. Kami terkurung di rumah. Hampir 10 hari kami tidak bisa keluar rumah. Sangat sulit untuk sekadar pergi mencari ransum makanan dan air," keluhnya.

Banjir juga menenggelamkan infrastruktur jalan dan lahan pertanian milik warga. Menurut kesaksian Warga Lokal lainnya di lokasi kejadian, ketinggian air sempat mencapai hampir dua meter.

"Sekarang air sedikit surut, jadi ada sedikit kelegaan. Tetapi semua tanah dan lahan kami terendam banjir, kiri dan kanan dipenuhi air. Di jalan tempat kita mengambil gambar (liputan) ini, sebelumnya air mencapai ketinggian 6 kaki (sekitar 1,8 meter). Kendaraan tidak bisa lewat, dan pergerakan orang benar-benar terputus," jelas warga tersebut.

Di tengah situasi darurat ini, krisis bantuan menjadi sorotan utama. Warga merasa ditinggalkan oleh otoritas setempat di saat mereka sangat membutuhkan evakuasi dan pasokan logistik. "Tidak ada satupun dari pemerintah, tidak ada anggota dewan, atau pejabat yang datang ke sini untuk melihat kondisi warga. Kami sama sekali tidak menerima bantuan apa pun," tegas seorang Penduduk Lokal dengan nada kecewa.

Untuk bertahan hidup, masyarakat terpaksa mengandalkan inisiatif sendiri dan stok makanan seadanya. "Kami sudah menyetok ransum untuk satu bulan di rumah dan itulah yang kami makan. Kami memakan apa saja yang bisa dibuat, bahkan hanya roti dan garam," ungkap Warga Terdampak lainnya.

Selain krisis pangan, ancaman keselamatan juga masih mengintai karena minimnya tempat perlindungan. Beberapa warga mengaku terpaksa mendirikan tempat berlindung darurat di atas atap rumah mereka. "Kami harus tinggal di atap, dan ketika hujan kembali turun, kami terpaksa harus turun lagi ke bawah," ujar salah seorang korban banjir mendeskripsikan kondisi memprihatinkan tersebut.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰