SARIBERITA.ID Aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia dilaporkan mengalami tren peningkatan sejak Agustus hingga awal September 2026. Berdasarkan catatan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), secara keseluruhan terdapat 27 gunung api yang menunjukkan peningkatan gejolak. Lima di antaranya kini ditetapkan pada Level III (Siaga), sementara 22 gunung lainnya berada pada status Level II (Waspada).
Di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pemantauan intensif terus dilakukan terhadap Gunung Api Sinabung yang saat ini masih tertahan di status Level III (Siaga). Secara visual, puncak Gunung Sinabung kerap terlihat tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, membumbung mencapai ketinggian 100 hingga 300 meter dari atas puncak. Pada Senin (7/9/2026) sejak pukul 00.00 hingga 06.00 pagi, PVMBG tidak mendeteksi adanya aktivitas kegempaan maupun tremor, namun status bahayanya belum diturunkan.
Peningkatan aktivitas letusan juga melanda Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Erupsi kembali terjadi pada Senin siang. Tercatat sejak Senin pagi hingga siang, gunung ini telah meletus sebanyak tiga kali, memuntahkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian berkisar antara 500 hingga 600 meter di atas puncak. Saat ini, Gunung Ili Lewotolok berstatus Level II (Waspada).
Di Pulau Jawa, aktivitas vulkanik yang signifikan ditunjukkan oleh Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Pada Minggu (6/9/2026), gunung tertinggi di Pulau Jawa ini kembali mengalami erupsi. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik pekat yang membumbung tinggi hingga 1.000 meter ke udara. Hingga saat ini, Gunung Semeru tetap menyandang status Level III (Siaga).
Gejolak vulkanik turut terpantau di wilayah timur Indonesia, tepatnya di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Gunung Ibu dilaporkan mengalami empat kali erupsi sepanjang hari Minggu (6/9/2026). Sampai berita ini diturunkan, status Gunung Ibu masih berada pada Level II (Waspada).
[SB.103/Riskph]





0 Komentar