SARIBERITA.ID - Bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada Senin malam telah mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur pemerintahan. Sebanyak 12 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah tersebut dilaporkan mengalami rusak berat. Menindaklanjuti situasi darurat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah melaporkan kondisi terkini kepada Kementerian Dalam Negeri guna penanganan dan koordinasi lebih lanjut.
Kondisi kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok pasca-banjir bandang tampak memprihatinkan. Material lumpur pekat, batu-batu berukuran besar, hingga batang kayu yang terbawa derasnya arus dari lereng Gunung Talang masih menutupi sejumlah gedung pemerintahan serta area permukiman warga di sekitarnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, para relawan, serta masyarakat setempat terus berjibaku melakukan pembersihan. Proses pembersihan material banjir ini turut didukung dengan pengerahan alat berat guna mempercepat penyingkiran puing, bongkahan batu, dan lumpur yang memblokir akses.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansyarullah, mengonfirmasi dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana ini. Ia menyebutkan bahwa dari 12 kantor OPD yang mengalami rusak berat, dua di antaranya adalah fasilitas vital yakni kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Kesehatan. Selain melumpuhkan fasilitas pemerintahan, terjangan banjir bandang juga merusak sedikitnya 150 rumah warga, yang memaksa ratusan jiwa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Mahyeldi menyoroti ancaman kelumpuhan pelayanan publik akibat rusaknya belasan kantor dinas tersebut. Menurutnya, kerusakan parah pada instansi penting seperti Dinas Kesehatan dan Dinas PU menuntut adanya penanganan yang cepat. Pemerintah daerah saat ini tengah berupaya keras mencari solusi sementara, termasuk menyiapkan alternatif lokasi perkantoran darurat, agar pelayanan dasar kepada masyarakat tidak terhenti. Hingga saat ini, pemerintah setempat juga masih terus melakukan pendataan kerugian secara menyeluruh sekaligus memulihkan fasilitas-fasilitas yang terdampak.
[SB.103/Riskaph]





0 Komentar